Pengalaman Bisnis

Pengalaman Mengelola Bisnis Kos, Mulai Masalah Telat Bayar hingga Diancam via SMS

28 April 2017

Pengalaman Mengelola Bisnis Kos – Ada pepatah yang bilang “roda kehidupan itu terus berputar” dan itu memang benar. Jika waktu kuliah dulu saya merasakan suka duka menjadi anak kos, siapa yang menyangka jika beberapa tahun kemudian saya merasakan susah senangnya menjadi Ibu Kos hingga sekarang.

Indekos bagi mahasisiwi seperti saya dulu adalah cara yang efektif dan juga efisien untuk melatih kemandirian dan menghemat biaya transportasi, tenaga dan waktu. Hal itu mengingat jarak tempuh antara kampus saya di Surabaya dan tempat tinggal saya Jombang sekitar 2 jam lebih.

Seperti anak kos lainnya, saya pun mengalami beberapa masalah khas anak kos. Seperti bingung mencari pinjaman uang saat dekat waktunya bayar kos. Hingga merasakan sedihnya saat sakit di kos.

Almamater saya ; dulunya bernama IAIN Sunan Ampel Sby

Sedangkan serunya indekos saat saya bersama teman kos saya sepakat patungan untuk belanja dan masak bersama tiap hari. Hal itu bukan hanya menghemat pengeluaran makan. Tapi juga membuat menu makan sehari-hari jadi bervariasi. Gak melulu mi instant atau nasi bungkus saja 🙂

Pengalaman menjadi anak kos membuat saya agak longgar dalam menuntut pembayaran sewa kos yang saya kelola sekarang ini. Kebetulan setelah beberapa bulan menikah, saya dan suami memilih tinggal terpisah dengan mertua.

Kemudian tinggal di tempat usaha suami dengan maksud untuk sekalian mengelola kos milik mertua yang berada dalam satu komplek dengan tempat usaha suami.

Sejak saat itu hingga tahun 2017 ini saya sudah mengelola kos tsb selama 7 tahun. Dan inlah pengalaman dan beberapa aturan yang saya terapkan dalam mengelola kos khusus Putra tsb.

  • Peraturan sebelum masuk Kos

Kos-kosan yang berada di Samarinda ini sebenarnya berada di lokasi cukup strategis. Diantaranya dekat dengan Stadion Madya Sempaja dan Convention Hall Samarinda. Untuk menuju 3 kampus dan 2 Mall terdekat bisa ditempuh kira-kira hanya 5-10 menit.

Sebelum resmi menjadi penyewa kos, biasanya saya memberikan 2 lembar kertas ; 1 lembar berisi peraturan kos dan lembar lainnya formulir identitas diri.

Secara umum substansi peraturan kos yang saya buat sebenarnya cukup standart. Diantaranya, larangan menggunakan narkoba, minuman keras, membuat kebisingan dan lain-lain.

Diantara peraturan kos tsb, ada 2 peraturan yang paling saya tekankan dan saya jelaskan langsung pada calon penyewa kos yaitu larangan membawa cewek masuk ke area kos dan larangan membawa mobil. Untuk 2 peraturan ini saya akan menjelaskannya dibawah.

Pengalaman saya, calon penyewa kos yang ogah-ogahan membaca peraturan kos seakan ia tidak akan bermasalah maka justru orang seperti itulah yang paling sering bermasalah nantinya.

Maka jika saya melihat gelagat orang seperti itu, saya pasti agak “memaksanya” untuk membaca peraturan tsb.

Sedangkan untuk form identitas, saya juga meminta calon penyewa kos untuk mencantumkan nama orang dan saudara serta nomer telpon mereka yang bisa dihubungi. Hal ini penting untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya si anak kos sakit parah dll.

Gedung Convention Hall Samarinda

Selanjutnya kunci kamar akan saya serahkan  jika form identitas tsb sudah dilampiri foto kopi identitas yang masih berlaku dan sudah saya cek serta pembayaran kos minimal 1 bulan penuh.

  • Telat bayar ??? Santai !

Perihal pembayaran kos juga saya cantumkan pada peraturan diatas. Saya juga memberikan keringanan waktu pembayaran, dengan toleransi keterlambatan pembayaran kos maksimal 1 minggu dari tanggal jatuh tempo.

Jika lebih dari itu, biasanya saya minta mereka memberitahukan sebelumnya pada saya tentang keterlambatan tsb.

Mengapa saya selonggar itu?

Karena saya percaya, pada dasarnya anak kos yang memang bertanggung jawab pasti melakukan segala cara agar bisa membayar tepat waktu. Bahkan biasanya, terlambat 1-2 hari saja mereka sudah merasa bersalah dan langsung minta maaf.

Untuk anak-anak kos seperti ini biasanya saya tidak segan-segan memberi keringanan waktu pembayaran jika suatu ketika mereka memiliki masalah keuangan sehingga terpaksa membayar 2 atau 3 bulan lagi sekaligus.

Sebaliknya, untuk anak kos yang “terbiasa” terlambat bayar kos biasanya selalu memiliki segudang alasan keterlambatan. Alasan yang paling umum adalah keterlambatan kiriman dari orang tuanya.

Sayangnya, anak-anak kos seperti ini justru tidak memberitahukan pada saya sebelumnya tentang keterlambatannya. Padahal jika ada pemberitahuan sebelumnya, saya pasti akan memberinya keringanan waktu pembayaran seperti yang saya janjikan.

Dengan ketentuan, dia benar-benar menepati janjinya. Jika tidak, saya pun menganggap dia hanya mencari alasan agar bisa menunda membayar uang kos.

Universitas Mulawarman Samarinda

Untuk tipe anak kos seperti itu, saya harus rajin-rajin menagihnya. Jika keterlambatan tsb sampai mendekati pembayaran berikutnya maka saya akan meminta pembayaran 2 bulan sekaligus.

Pada kasus keterlambatan pembayaran seperti itu, saya akan melihatnya dalam jangka 4-6 bulan. Jika dalam jangka waktu tsb, dia selalu terlambat dengan tingkat keterlambatan cukup parah maka saya akan mengeluarkannya dari kos. Itupun dengan pemberitahuan 1 bulan sebelumnya.

  • Bawa Cewek ? No Way !

Jika saya memiliki toleransi cukup tinggi mengenai keterlambatan membayar kos, maka saya tidak bisa menerima alasan apapun jika ada anak kos yang membawa cewek masuk area kos apalagi masuk kamarnya dan pintunya ditutup pula.

Itulah larangan yang selalu saya tegaskan sebelum masuk kos. Larangan tsb juga berlaku jika temannya yang berkunjung ke kos membawa cewek ke kamar kos.

Maka saya selalu menghimbau anak-anak kos memberitahukan peraturan tsb pada teman-temannya yang biasanya berkunjung ke kos.

Dan hal itu pernah terjadi. Ketika saya memergokinya dan berniat mengeluarkannya, anak kos tsb beralasan bahwa temannya tidak tahu peraturan tsb dan dia sendiri sedang tidak berada di kos.

Beruntungnya saya punya fakta yang membuktikan bahwa temannya tsb sempat bersembunyi ketika melihat saya, dan begitu saya lewat (padahal saya sembunyi) dia langsung membawa cewek tsb masuk ke kamar. Hal itu sudah cukup membuktikan bahwa temannya tsb sebenarnya mengetahui larangan tsb.

Suatu ketika saya juga pernah memergoki cewek berjilbab dengan seragam SMA di dalam kamar kos sekitar jam 11 malam.

Saya tidak tahu apa yang dilakukan di kamar tsb karena mukanya sangat kusut dan bajunya juga berantakan. Tapi sayangnya si anak kos baru saja berangkat kerja.

Mall Lembuswana Samarinda

Ketika saya tanya, dia mengaku bahwa dia saudara si anak kos. Rumahnya pun cukup jauh dari tempat kos tsb, kira-kira sekitar 45 menit perjalanan.

Tapi ketika saya minta nomor telpon orang tuanya dia menolak untuk memberikan. Dia memilih untuk menunggu si anak kos yang baru pulang esok paginya.

Melihat kondisinya yang berantakan dan situasi di kos yang semuanya cowok, saya pun berniat mengantarkannya pulang. Tapi itupun di tolaknya. Akhirnya, saya pun berkali-kali menelpon si anak kos dan memaksanya untuk mengantar cewek tsb pulang ke rumahnya.

Dan masih ada beberapa kejadian lain terkait membawa cewek masuk kamar kos. Biasanya alasan yang paling sering dilontarkan adalah

Kami nggak ngapa-ngapain kok Bu” . 

Lha Kalau gak ngapa-ngapain tapi kok pintunya ditutup?

Atau alasan begini

“Kami cuman mengerjakan tugas kok Bu” . Tapi coba pikirkan, tugas kuliah seperti apa yang dikerjakan sambil mematikan lampu dan pintu kamar ditutup ??? 🙂

Untuk kasus-kasus diatas biasanya saya memberinya waktu 3 hari untuk mencari tempat kos lain. Jika dalam waktu 3 hari tsb dia membawa cewek lagi maka saya akan mengeluarkannya saat itu juga. Jika dia baru membayar kos pun, saya akan mengembalikannya jika diminta.

Kasus membawa cewek ke kamar kos menjadi alasan paling sering saya mengeluarkan anak kos dibanding karena masalah lainnya.

  • Diancam lewat sms gara-gara parkir mobil

Peraturan lain yang paling saya tekankan pada calon penyewa kos adalah larangan membawa mobil. Kami hanya menyediakan parkir sepeda motor.

Kos-kosan yang saya kelola ini berada satu komplek dengan beberapa ruko, rumah kontrakan dan gudang. Otomatis komplek ini memiliki lahan parkir yang cukup luas. Maka tak heran jika sebagian calon penyewa kos tertarik untuk indekos karena berpikir bisa sekalian parkir mobil.

Padahal parkir tsb kami sediakan untuk kepentingan para penyewa ruko dll di komplek tsb. Bahkan jika parkir tsb tidak digunakan misalnya pada malam hari, kami juga tetap tidak mengizinkan anak kos untuk menggunakannya.

Karena jika saya mengizinkan satu orang membawa mobil maka otomatis saya juga harus mengizinkan anak kos lainnya jika mereka membawa mobil.

Sedangkan jika kos-kosan tsb penuh bisa ada 32 anak kos disitu. Hal-hal seperti itulah yang saya antisipasi hingga munculnya peraturan larangan membawa mobil ke kos.

Suatu ketika saya dan suami harus ke Jawa selama lebih dari 1 bulan karena urusan usaha kami. Untuk sementara urusan pembayaran kos saya serahkan pada karyawan saya. Tapi saya melarangnya untuk menerima calon penyewa kos baru.

Selama kami di Jawa, ada yang menelpon/sms (saya lupa) bahwa dia mau ngekos. Kebetulan ada kamar kos yang terbuka karena penyewanya baru saja keluar. Tapi saya melarangnya dan memintanya menunggu saya kembali ke Samarinda.

Ternyata begitu saya kembali ke Samarinda, orang tsb sudah indekos selama hampir 1 bulan. Akhirnya, meski agak marah karena menganggapnya lancang saya pun terpaksa menerimanya.

Disisi lain, saya melihat orangnya yang agak temperamental jadi saya memilih mengalah saja dari pada ribut yang gak perlu.

Masalah kemudian muncul ketika belakangan saya baru mengetahui bahwa diam-diam orang tsb membawa mobil ke kos saat larut malam dan keluar pagi-pagi sekali.

Berkali-kali kami menegurnya dan mengingatkannya tentang peraturan di kos kami. Tapi dia tidak menghiraukannya dan membuat berbagai alasan.

Akhirnya pada akhir bulan kedua dia kos kami mengeluarkannya. Setelah dia keluar, beberapa kali dia sms yang berisi luapan emosi kemarahannya.

Pada awalnya isi sms masih terkesan positif seperti ” Dengan mengeluarkan saya, semoga rezeki Anda semakin lancar blablaba”. Tapi ketika saya tidak menghiraukannya, sms selanjutnya berisi ancaman yang mengarah pada tindak kriminal.

Saya lupa apa bunyi persisnya sms ancaman tsb. Tapi yang jelas saya tidak menghapus sms tsb selama berbulan-bulan.

Hal itu untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang mengarah pada pelaksanaan ancaman tsb. Maka sms tsb bisa menjadi salah satu bukti yang memberatkan.

Tapi Alhamdulillah itu mungkin cuma luapan emosinya sesaat. Orang-orang dengan karekter temperamental yang buruk itu, bahkan jika kita menghadapinya secara baik-baik pun kadang tetap dianggap salah jika tidak sesuai keinginannya.

Dengan berbagai masalah berkaitan dengan anak kos, saya belajar banyak hal terutama mempelajari karakter orang lain. Saya pun sedikit banyak menggunakan pengalaman tsb untuk mengetahui karakter calon anak kos.

Jika dari body language dan cara bicaranya saya sudah ragu tapi saya tidak punya alasan kuat menolaknya. Maka saya akan lebih mengawasinya saja dari pada anak kos lainnya.

Dalam pengelolaan kos ini saya berbagi tugas dengan suami. Jika saya bertugas mengurus masalah pembayaran dan administrasi lainnya, maka terkait masalah-masalah yang berpotensi menimbulkan adu fisik dan psikis menjadi tanggung suami. Misalnya menggerebek anak kos yang membawa cewek dll.

Semoga Artikel ini bermanfaat. Jika Anda memiliki pengalaman yang sama dengan saya atau malah lebih seru lagi silahkan berbagi di kolom komentar.

Untuk pengunjung blogger yang meninggalkan jejak, Insyaallah saya akan mengunjungi balik blog Anda. Terimakasih sudah berkunjung ke Blog Saya. Semoga hari Anda Menyenangkan 😉

Only registered users can comment.

  1. Waaah beragam jg ya masalahnya mba :D. Dulu pas aku msh nge kos, kyknya sih ga prnh ada kejadian aneh2 di antara kita penghuninya.. Ga prnh ada ribut2 jg ama bu kos. Tp ntahlah.. Apa krn kos an ku dulu khusus cewe, makanya lbh ayem suasananya 😀

    1. Umumnya kos-kosan cewek lebih mudah diaturnya dari pada kosan cowok. Kalaupun bandel, biasanya bandelnya cenderung diam…, diam-diam pergi padahal belum bayar 3 bulan hehe. Yang jelas biasanya gak temperamental kayak cowok.

  2. saya waktu kuliah ngekos, paling sebel kl ibu kos naikin harga kos ngak sosialisasi dulu. pernha dapet kos belim lima bulan udh dua kali naik biayanya, pdahal ngak ada kenaikan tarif listrik. Ternyata dia lagi butuh duit, anaknya mau nikah.

  3. Waah seru membacanya. Selama ini saya bertanya2 bagaimana ya mengelola rumah kos itu. Baca ini .. wah … Mbak Mutia sebenarnya bisa nulis buku lho. Pasti pengalamannya masih banyak. Dan menjadikannya buku tentu menarik sekali 🙂

    1. Saya nulis buku? Allahumma Aamiin Mba. Saya anggap itu sebuah doa bagi saya. Pengalaman adalah guru paling berharga yang gak akan kita temui di bangku kuliah manapun.

    1. Serunya kalo anak kos bayar 6 bulan sekaligus Mba, saya langsung jadi ibu kos yang ramah hehe. Tapi kalo lihat anak kos bawa cewek gemesssss bingit.

    1. Ya Mas makin kesini tambah pinter nyari celah buat melanggar aturan kos. Namanya juga anak muda, kalo gak melanggar katanya gak punya cerita menarik hehe.

  4. ngerjain tugas bareng cewe sambil ditutup pintunya n matiin lampunya duh ngakak aku mba. sbg ibu kos aturannya uda bagus mba krn mau ga mau kan kita tanggung jawab anak org. dlu jg aku ngekos kosan cewe semua cmn ga ada ibu kosnya dan ada aja yg nakal akhirnya kami risi sendiri dan aku pindah ?

    1. Aturan kos itu memang harus ada salah satu tujuannya ya melindungi anak kos baik-baik kayak Mba dulu. Jangan sampai gara-gara ulah sebagian anak kos yang bandel, anak kos yang baik2 malah gak krasan di kos.

  5. Seru ya ceritanya. Jadi ibu kost memang harus memiliki prinsip. Salut dengan ketegasan tersebut. Dengan begitu peraturan dipatuhi. Toh semua peraturan itu juga untuk kebaikan bersama.

    1. Ya Bu, pernah ngerasain susahnya nyari uang buat bayar kos jadi mikir-mikir juga kalo terlalu keras sama anak kos maalah pembayaran 🙂

  6. Bun….aq jgalgi jdi ibu kos nih….kos putri plajar&karyawati.
    Klo yg karyawati bayarnya tpat waktu bgt,
    tpi yg plajar ada aja yg slalu tlat byr &bahkan smpai nunggak g byar…
    sya sangat ksal krna bsa alasan nunggak bayar dgn brbgai alasan, tpi sangup nyalon dan bli produk kcantikan yg ratusan harganya
    heeeemmm blum listik tokennya slu tlat bli akhirnya ibu kos yg hrus nalangin duluan krna klo gak ksihan yg lain glap2pan….
    krn kntulan 1 dastang untuk 4 kmr…
    ini drita bgt….sabar yg taktrbtas
    klo ttg yg lain masih wajar sih…

Hai...Thanks ya sudah berkunjung, jika berkenan silahkan tinggalkan komentar disini Temans ;-)