obat tradisional,
Gaya Hidup

Obat Tradisional, Yeay or Nay?

27 January 2018

Kita mungkin sering mendengar atau membaca, banyak orang yang sembuh dari penyakit berat yang diderita dengan perantara obat tradisional. Yang paling banyak memuat cerita kesembuhan seperti biasanya adalah majalah Trubus.

Obat tradisional sendiri didefinisikan sebagai obat-obatan dari tumbuhan dan hewan yang diolah secara tradisional, turun temurun berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan masyarakat setempat. Baik yang bersifat magic maupun pengetahuan tradisional.

Pengolahan obat tradisional memanfaatkan beberapa bagian tanaman seperti akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Yang kemudian dikemas dalam bentuk serbuk,kapsul cairan, dan tablet.

Sedangkan obat tradisonal dari hewan diantaranya madu, teripang (gamat), prpopolis, minyak ikan hiu dan lain lain.

Baca Juga : Manfaat Teh Untuk Kesehatan

Obat tradisional dan obat herbal, apa bedanya?

Menurut penulis bedanya ada pada teknologi yang digunakan untuk mengolah bahan obat itu sendiri.

Jika obat tradisional merupakan obat yang diolah menggunakan alat-alat yang sederhana seperti zaman dahulu. Maka pengolahan obat herbal menggunakan teknologi yang modern serta memiliki standarisasi yang cukup ketat.

Penggunaan obat tradisional maupun obat herbal sendiri dipicu dengan banyaknya orang yang khawatir dengan efek samping penggunaan obat kimia secara berkepanjangan.

Sedangkan penggunaan obat tradisional dinilai cukup aman dan minim efek samping.

Tapi benarkah demikian?

Menurut Prof. maksum Radji, Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia mengatakan bahwa obat tradisional/herbal dapat dinyatakan aman jika sudah melewati serangkaian uji klinis. Antara lain ; uji toksisitas akut,sub-akut dan kronik. Dan uji teratogenik.

obat tradisional
Teh Peppermint dipercaya mampu mengatasi gangguan pencernaan (Sumber gambar : pixabay)

Sedangkan obat tradisional yang beredar di Indonesia tergolong dalam kategori jamu dan obat herbal terstandar.

Khasiat dari obat herbal terstandar hanya dapat dibuktikan dari eksperimen penggunaan obat tersebut pada hewan percobaan.

Sedangkan jamu yang umumnya menggunakan rebusan dari berbagai macam rempah dengan resep turun temurun tidak memiliki dosis dan indikasi yang terukur.

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan obat tradisional/herbal untuk berbagai penyakit belum bisa dibuktikan efektif secara konsisten.

Artinya beberapa orang mengakui merasa membaik setelah mengonsumsi obat tradisional/herbal. Tapi disisi lain, beberapa orang melaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsinya.

Baca : Tips Travelling Murah Meriah

Perlu diketahui, bahwa obat tradisional/herbal tidak bisa dikonsumsi semua orang. Terutama pada orang-orang yang mengalami kondisi seperti dibawah ini :

1. Ibu hamil dan menyusui

Kehamilan membuat seorang wanita harus menjaga semua asupan makanan dan obat yang masuk ke tubuhnya, termasuk obat herbal. Begitupun dengan saat menyusui.

Karena hal itu akan berpengaruh pada janin maupun anak yang disusuinya.

2. Orang yang akan menjalani operasi

Ginkgo biloba adalah satu obat herbal yang bisa memperlambat proses pembekuan darah. Itu sebabnya konsumsi obat tersebut harus dihentikan minimal 2 (dua) minggu sebelum operasi.

3. Sedang mengonsumsi obat tertentu

Obat herbal sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis seperti obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah dan obat diabetes.

4. Memiliki penyakit tertentu

Sambiloto merupakan herbal yang berfungsi membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Tapi jika dikonsumsi oleh orang yang memiliki penyakit autoimun akan semakin memperparah penyakit tersebut.

obat tradisional
Pegagan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gangguan hati (Sumber gambar : Pixabay)

Bagi penderita penyakit hati juga tidak diperbolehkan mengkonsumsi herbal Pegagan karena bisa memperparah kondisi penyakitnya.

Tips aman mengonsumsi obat tradisional/herbal :

  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai obat yang akan dikonsumsi. 

  2. Pastikan obat yang akan dikonsumsi terdaftar di Bpom dan memiliki komposisi, cara pemakaian, tanggal kadaluarsa serta produsen yang jelas.

  3. Minumlah obat herbal sesuai dosis yang disarankan dan jangan berlebihan.

  4. Ada baiknya konsultasikan pada ahlinya sebelum mengonsumsinya.

Jadi, obat tradisional yeay or nay? Yeay doong tapi kita harus memastikan beberapa hal seperti yang sudah penulis sebutkan diatas. Diantaranya ; terdaftar di Bpom, memiliki komposisi yang jelas dan lain-lain.

Semoga bermanfaat Temans 😉

Sumber :

  1. Wikipedia
  2. www.alodokter.com
  3. https://hellosehat.com

Hai...Thanks ya sudah berkunjung, jika berkenan silahkan tinggalkan komentar disini Temans ;-)