Gaya Hidup

Ini Yang Saya Lakukan Ketika Anak Mulai Kecanduan Gadget

22 Januari 2018

Permainan tradisional pada zaman kita dulu seperti bermain congklak, petak umpet dan lain-lain merupakan hal biasa yang kita mainkan sehari-hari.

Tapi permainan tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa bagi anak zaman sekarang. Yang mayoritas lebih memilih bermain dengan gadget dari pada melakukan aktifitas bermain di luar rumah.

Termasuk anak saya, Muhaits.

Sebenarnya gadget tidak selamanya berdampak negatif bagi anak-anak. Buktinya, Muhaits hafal angka, alphabet, huruf hijaiyah dan lain-lain juga karena aplikasi Marbel pada smartphone.

cara mengatsi anak kecanduan gadget
(Image source : Pixabay.com)

Tapi tetap saja jika digunakan secara terus-menerus, akan memberikan efek negatif juga. Salah satunya adalah kecanduan atau ketergantungan terhadap gadget.

Kecanduan gadget pada anak ditandai dengan gejala sebagai berikut :

  • Bermain gadget lebih dari 6 jam dalam sehari.
  • Anak menjadi terobsesi dengan gadget. Jika anak tidak diperbolehkan bermain gadget, mereka akan emosional.
  • Pola tidur terganggu. Karena anak akan lebih memilih bermain gadget dari pada tidur. Baik saat waktunya tidur siang maupun malam.

Dan 2 dari 3 gejala diatas juga terjadi pada anak saya. Ketika saya memintanya berhenti bermain Hp, dia langsung marah dan menangis histeris.

Sedih melihatnya seperti itu. Dan saat itu juga saya memutuskan melakukan sesuatu untuk mengatasi hal tersebut. Diantaranya :

1. Memberikan jadwal bermain gadget

Seharusnya membatasi anak bermain gadget dengan memberinya jadwal bermain sudah saya lakukan sejak dulu. Tapi sebelum gejala kecanduan itu muncul, saya pikir tidak masalah membiarkannya bermain gadget kapan saja.

Dan ternyata membiarkan anak bermain gadget tanpa batasan itu seperti bom waktu. Yang kapan saja bisa meledak dan  berubah menjadi kecanduan.

Dan akhirnya saya pun secara frontal mengubah kebiasaannya. Padahal seharusnya hal ini dilakukan secara bertahap.

Kebiasaan yang saya rubah tersebut adalah dengan memperbolehkan dia bermain gadget hanya pada malam hari saja.

Mengapa bukan siang?

Karena kalau siang akan lebih sulit memberinya pengertian soal batasan jam. Sedangkan kalau malam, dia menandai dengan suasana gelap dan jam kami tutup toko.

Lucunya, karena dia menandai malam dengan gelap. Maka ketika cuaca sedang mendung dia langsung minta bermain Hp karena mengira sudah malam.

Prosesnya?

Pada hari pertama dia berkali-kali menangis dan merengek diperbolehkan bermain Hp. Tapi tetap tidak saya perbolehkan.

Hari kedua, dia sempat merengek lagi tapi hanya sebentar. Dan hingga hampir dua bulan ini dia sudah terbiasa tidak bermain Hp pada siang hari.

Kebetulan toko kami tutup pukul 6 (enam) sore. Jadi saya memintanya membantu kami menutup toko dengan (pura-pura) ikut mendorong rolling door dan mematikan lampu toko.

Setelah itu baru saya memperbolehkannya bermain Hp, itupun jika dia ingat. Jika dia asyik dengan permainan lainnya pada jam tersebut, saya malah sangat bersyukur.

2. Berkompromi dengan anggota keluarga

Inilah tantangan berikutnya.

Ketika kita melarang anak bermain gadget maka kita juga harus menciptakan lingkungan yang kondusif agar anak tidak tergoda bermain gadget lagi.

Maksudnya, anggota keluarga dimana anak tersebut tinggal juga harus ikut mendukung larangan tersebut.

Beruntung kami hanya tinggal bertiga di rumah. Dan dia hanya ingin bermain Hp jika melihat saya memegang Hp. Jika bapaknya yang memegang Hp dia cuek saja.

Maka dengan terpaksa saya pun tidak memegang Hp pada siang hari terutama saat di depannya. Padahal saat itu saya memiliki kelas blog online. Dimana peserta berkonsultasi pada saya melalui chat Whatsapp.

Alhasil saya pun memegang Hp sambil sembunyi-sembunyi. Kalau anak mulai mendekat ke arah saya, langsung saya sembunyikan lagi Hpnya.

Cerita saya tentang sharing materi di kelas blog bisa dibaca disini.

Mungkin seperti anak sekolah yang lagi nyontek kali ya? Hehehe. Alhamdulillah itu pada awal prosesnya saja.

Pada tahap selanjutnya, meski dia sudah kooperatif dan bisa diberi penjelasan. Terkadang saya tetap berusaha menjaga kebiasaan tersebut dengan tidak secara terang-terangan bermain hp didepannya.

Agak ribet sih? Apalagi saya nyambi jadi emak olshopper. Tapi demi kebaikan anak its okey lah.

3. Memberinya mainan baru kesukaannya

Waktu yang biasanya anak habiskan untuk bermain gadget harus diganti dengan permainan lain yang positif tentunya. Kita bisa memberinya mainan yang disukainya.

cara mengatsi anak kecanduan gadget

Kebetulan Muhaits suka bermain lego. Jadi kami membelikan mainan lego yang baru.

Tidak perlu yang mahal, yang harganya standart saja. Yang penting ada aktifitas positif yang merangsang kreatifitasnya  untuk membuat beberapa benda dari mainan tersebut.

Tidak seperti robot atau mainan mobil-mobilan, mainan seperti lego ini cukup membuatnya sibuk sepanjang hari.

Yang menarik, dia membuat Hp dari mainan lego. Jadi pada siang hari dia pura-pura bermain game atau menelpon dengan hp mainan buatannya tersebut.

Katanya, “Bu, kalau siang gak boleh main hp, tapi main hp lego aja”.

Selain lego, dia juga suka bermain puzzle. Meskipun jika sudah hapal susunan puzzlenya, dia cepat bosan.

Sejujurnya, mengingat betapa emosionalnya dulu ketika saya melarangnya bermain Hp. Saya tidak menyangka jika peraturan ini akan berhasil saya terapkan padanya.

Alhamdulillah…

Kesimpulan :

Untuk mencegah dan atau mengatasi anak kecanduan bermain gadget, 3 cara berikut ini bisa kita coba. Pertama, memberinya jadwal bermain gadget. Kedua, berkompromi dengan anggota keluarga lainnya untuk mendukung peraturan yang kita buat. Ketiga, berikan mainan yang dia sukai dan bisa mengasah kreatifitasnya.

 

Only registered users can comment.

  1. Noted. Postingannya jd reminder buat saya kalau udah punya anak nanti in syaa Allaah? Memang dalam bermain gadget ada dampak positif dan negatifnya ya bund, dan ortu memang kudu memperhatikan tumbuh kembang anak ternasuk dalam kegiatannya bermain gadget yang boleh-boleh saja asal jangan sampai kecanduan.

Terima kasih sudah mampir. Monggo share komentar Anda disini, Teman!