Yang Tak Terlupakan

Beberapa Kenangan Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

18 Februari 2018

Bicara tentang kenangan, pertama kita tentu sangat bersyukur jika kita masih ingat semua kenangan yang pernah kita lalui. 

Itu tandanya Allah masih memberi kita otak yang sehat dan berfungsi dengan baik. 

Alhamdulillahirabbilalamiin.. 

Karena ada sebagian orang yang tidak bisa mengingat kenangannya sendiri dengan berbagai alasan. Misalnya karena sakit amnesia (Na’udzubillah). 

Dan mengingat kenangan masa kecil, tentu ada suka dan dukanya. Tapi kali ini saya memilih bercerita tentang kenangan masa menyenangkan ketika masih kecil dulu. 

1. Sarapan bersama Bapak
Ketika saya belum masuk sekolah dasar, saya sering sarapan bersama Bapak. Ibu kemana? 

Sehari-hari ibu berjualan di Pasar dan berangkat pagi-pagi sekali jadi tidak sempat memasak. 

Saat pagi kalau bukan kakak-kakak saya maka bapak lah yang mengurus saya. Kebetulan saya adalah bungsu dari 6 bersaudara yang semua kakak saya cowok. 

Beliau masak nasi sendiri dengan tungku tradisional yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. 

Kalau nasi sudah masak, maka beliau menyiapkan nasi panas tersebut di piring sambil dikipasi dengan kipas bambu. 

Tidak ada lauk spesial yang dimasak bapak. Nasi hangat tersebut kadang dicampur dengan parutan kelapa muda dan  sedikit garam. Kami menyebutnya nasi krawu.

Ada kalanya, bapak menggoreng tahu untuk lauk tanpa tambahan apapun. Pernah juga kami makan nasi hangat hanya dengan garam saja. 

Maklum saja kami termasuk kesulitan ekonomi saat itu. 

Selesai sarapan biasanya Bapak akan mengajak saya ke tempat pandai besi, dimana beliau sehari-hari bekerja yang kebetulan tempatnya dibelakang rumah nenek saya. 

Saya ingat embah (nenek) saya selalu melarang saya mendekati tempat kerja Bapak. Karena khawatir saya menjadi tuna rungu. 

Tapi saya selalu ndableg tetap menemani bapak yang sedang membuat singkal. Dan Alhamdulillah pendengaran saya normal saja hingga saat ini. 

2. Lagu favorit
Lagu malaysia era 80-an seperti  “mencari alasan” milik exist, “gerimis mengundang” nya Slam, lagu Disini Menunggu milik UKS dan lagu malaysia lainnya cukup familiar di telinga saya waktu kecil.

Kebetulan kakak kelima saya pandai merakit radio dan tape sendiri. Dan nyetel lagunya pun nyaring sekali. 

Selain lagu malaysia, lagu-lagunya Bang Haji Rhoma Irama pun tidak asing lagi. Makanya sampai sekarang saya masih suka mendengarkan lagu-lagu beliau. 
Lagu malaysia dan lagu-lagunya H. Rhoma Irama menurut saya memiliki persamaan yakni; syahdu dan juga romantis. 

3. Sekolah TPQ ke kampung sebelah
Waktu masa sekolah dasar ,kalau pagi saya sekolah Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD). 

Sore hari sebelum sholat ashar saya berangkat sekolah TPQ di kampung sebelah. 

Untuk sekolah TPQ ini biasanya kurang lebih setengah jam perjalanan dengan jalan kaki. 

Biasanya saya menjemput teman saya dulu, kemudian menjemput teman lainnya dan seterusnya. 

Waktu masih boomingnya film Nacha di TV, kadang kami nonton sebentar di rumah salah satu teman kami. Baru kemudian berangkat sekolah. 

Yang menarik, meski mendung atau hujan sekalipun tidak menyurutkan langkah kami untuk absen masuk TPQ.  

Beberapa kali kehujanan saat di jalan, kami tetap mengikuti pelajaran dengan baju basah dan kedinginan.

Padahal kami menggunakan payung juga tapi namanya hujan begitu deras kadang disertai angin. Tetap saja kami kebasahan. 

Lucunya, suatu ketika kami pulang ketika hujan deras. Jalanan yang kami lewati hampir semua tertutup air. 

Dan salah satu teman kami tiba-tiba terperosok dalam lubang yang sepertinya bekas galian untuk mengaduk semen. 

Bukannya sedih, sambil menolong teman kami tersebut, kami bertiga  malah tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian tersebut. 

Lain waktu karena suatu hal, kami melewati jalan pintas yang tidak biasa kami lewati biasanya. Jalan pintas tersebut katanya kebun angker milik salah satu orang kaya di kampung kami. 

Dan benar saja, suasana kebun tersebut terasa menyeramkan dengan banyaknya gerombolan pohon bambu (barongan) di salah satu kanan kiri jalan. 

Suasana menyeramkan itu didukung dengan waktu menjelang maghrib sehingga jalan pintas tersebut agak gelap. 
Bukannya jalan santai, sambil komat-kamit kami seperti lomba jalan cepat saling mendahului. 

Ketika tiba-tiba seperti ada ayam yang terbang melewati kami, tanpa dikomando kami memutuskan untuk ….lariiiii. 

Entah hewan apa yang melewati kami tadi, yang jelas kami tak pernah membahasnya. Dan kami juga tidak pernah lagi melewati jalan tersebut setelah kejadian itu.

Sebenarnya masih banyak kenangan masa kecil lain yang tak terlupakan. 

Tapi apapun itu, saya bersyukur melewati masa kecil saya dengan prespektif menyenangkan dan penuh semangat.

Monggo share komentar Anda disini, Teman!