mengatasi depresi dengan menulis
Blogging

​Mengatasi Depresi dengan Menulis Blog? Mengapa tidak!

25 November 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Saya mulai menulis di blog sejak tahun 2012. Ketika itu saya membuat dua blog. Satu blog untuk membuat katalog produk yang saya jual yakni furniture jati. Blog kedua merupakan blog pribadi. Tapi karena pekerjaan lain yang harus di prioritaskan maka kedua blog itupun terbengkalai. Bahkan saya lupa password loginnya hehehe.

Akhir 2014 saya mulai aktif membuat kerajinan flanel. Lagi-lagi saya membuat blog dengan tujuan memasarkan produk yang saya buat sekaligus membuat postingan tutorial kerajinan flanel.
Dalam kurun waktu satu tahun, blog ketiga ini pun tidak membuat saya rajin mengurusnya. Saya memiliki anak balita waktu itu sekaligus mengurus 2 (dua) usaha kami. Jadi posting di blog kalau benar-benar ada waktu luang dan memang pingin posting saja.

mengatasi depresi dengan menulisAwal tahun 2016 mendadak Ibu meninggal karena kecelakaan saat menyeberang jalan di depan rumah Kami di Jawa. Kejadian itu membuat saya mengalami depresi berat. Ibu adalah segalanya buat saya. Beliau bukan hanya seorang Ibu tapi juga tempat curhat saya sejak remaja sampai menikah. Meski terpisah jarak yang jauh, hampir tiap hari kami ngobrol via telpon dan bercerita tentang apa saja.

Sayangnya depresi yang saya alami tidak bisa saya ungkapkan pada siapapun. Malu. Karena saya melihat orang-orang yag mengalami masalah yang sama bisa tegar. Kenapa saya tidak? Saya berusaha sekuat tenaga untuk menguatkan diri sendiri dan melawan semua pengaruh negatif dalam diri saya. Tapi masih gagal.

Akhirnya saya mencoba menyibukkan diri dengan membaca banyak  artikel tentang Blogging. Saya coba praktekkan kemudian membuat tutorialnya lalu mempostingnya di blog. Saya juga mempelajari segala hal tentang Seo (Search Engine Optimazion) dan Bahasa pemrograman (kode html) meskipun tidak berhasil sesuai harapan. Tidak tanggung-tanggung saya juga ngeblog langsung menggunakan cms wordpress saat itu karena seringnya mengalami eror saat menggunakan blogspot.

Selang 3 (tiga) bulan kemudian, saya mulai bisa melupakan kesedihan dengan kepergian Ibu. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa menikmati hidup dan menjalani hari-hari dengan bahagia meski secara bertahap.

Intinya hobi apapun selagi positif jika ditekuni akan memberi efek yang positif juga. Entah itu jiwa atau fisik yang sehat, atau penghasilan meningkat.

Punya pengalaman seperti saya? Atau punya nasehat untuk saya? Monggo share di kolom komentar yuk!

Terima kasih sudah mampir. Monggo share komentar Anda disini, Teman!