Gaya Hidup

​Empat Kota yang Pernah Saya Tinggali

30 November 2018

Sedikit keberanian untuk berubah sebenarnya cukup untuk mendorong seseorang merantau ke daerah lain. Begitupun saya. Sebagai anak bungsu dan perempuan satu-satunya mungkin saya tergolong terlalu berani keluar dari zona nyaman di tengah keluarga. Tapi kejenuhan dan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik membuat saya bertekad melakukannya.

Pertama kali terpisah dari keluarga adalah ketika lulus SD. Meski hanya pindah desa dan masih tinggal (baca:mondok) di pesantren saudara sendiri. Tapi  pangalaman yang saya alami di tempat tersebut tidak berbeda dengan teman-teman lain yang berasal dari daerah di luar Jombang.

Dan inilah beberapa kota yang pernah saya tinggali dalam kurun waktu 30 tahun lebih ini.

1. Jombang Jawa Timur

Kota yang dijuluki kota santri ini merupakan kota kelahiran serta tempat saya menempuh pendidikan dasar hingga SMA. Kota ini tergolong luas tapi saat masa saya sekolah perkembangannya agak lambat. Baru ketika Gus Dur wafat dan dimakamkan di sana, pemerintah setempat banyak melakukan pembangunan di beberapa tempat. Hal itu dilakukan untuk menunjang banyaknya wisatawan (peziarah) dari berbagai daerah yang mengunjungi makam Gus Dur di area pemakaman Ponpes Tebuireng Jombang.

tentang wisata jombang jawa timur
Komplek Pemakaman Gus Dur dan ulama lainnya yang sekarang menjadi salah satu obyek wisata di Jombang

Meski lahir dan besar di Jombang, saya tidak cukup tahan dengan udara di musim kemarau di kota tersebut. Kalau sudah musim kemarau tiba, saya harus ekstra menjaga kesehatan. Udara dingin pada malam hari dan panas menyengat di siang hari bisa membuat siapapun jatuh sakit jika imunitas tubuhnya rendah.

Meskipun demikian saya selalu merindukan kota ini. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran hidup di kota tersebut yang tidak boleh dilupakan. Bagaimanapun kota Jombang menjadi bagian dari sejarah hidup saya.

Yuk baca tempat wisata lainnya di Jombang dengan klik link berikut : Jombang, Kampung Halaman Penuh Kenangan

2. Pare Kediri

Galau itu ketika lulus SMA dan belum bisa langsung meneruskan kuliah. Itulah yang saya alami. Beberapa hari saya mengurung diri di kamar bingung mau melakukan apa. Akhirnya berkat dorongan saudara, saya diminta pergi  ke Pare untuk membantu pekerjaan disana.Pare merupakan kota yang masuk kabupaten Kediri. Jika dari Jombang mungkin kurang lebih 1 jam perjalanan. Jadi tidak terlalu jauh.

Di Pare Kebetulan saya tinggal di tempat saudara yang memiliki wartel. Jadi saya membantu jaga wartel saat sore hari bergantian dengan karyawan lainnya. Kalau pagi saya kursus komputer masih di Pare juga tapi agak jauh dari tempat tinggal saya.

Meski hanya sekitar 3-4 bulan tinggal di Pare tapi sangat menyenangkan. Itu juga pengalaman saya pertama kali kerja selepas SMA dan memiliki uang sendiri.

3. Surabaya Jawa Timur

Diantara kota lainnya, surabaya merupakan kota yang cukup familiar bagi saya. Waktu masih SMA saya sering berlibur ke kota tersebut mengunjungi kakak disana sekaligus mengikuti beberapa kursus liburan.

Cerita tersebut ada disini

alumni uin surabaya
Kampus tempat saya menuntut ilmu dulu. Sekaang bernama UIN Sunan Ampel Suabaya

Karena itu ketika keinginan untuk kuliah itu terwujud saya memilih  salah satu institut di kota tersebut. Lima tahun saya habiskan waktu di kota tersebut untuk kuliah (Saya sempat cuti kuliah jadi selesainya molor hehe).

Selama di Surabaya, saya tinggal di daerah Rungkut kemudian pindah kos di sekitar Wonocolo. Meski udara di kota ini cukup panas, macet dimana-mana dan udaranya penuh polusi. Tapi saya tetap jatuh cinta dengan kota ini.

4. Samarinda Kalimantan Timur

Tinggal jauh dari keluarga sejak remaja ternyata rencana Allah untuk melatih saya agar terbiasa dengan kondisi tersebut. Kebetulan jodoh saya ratusan mil jauhnya dari kota kelahiran saya.

Samarinda. Kota kecil yang menjadi ibu kota Kalimantan timur ini merupakan kota tinggal saya saat ini. Sejak menikah hampir 10 tahun saya tinggal di sini. Alhamdulillah meski jauh dari keluarga, saudara dan teman-teman tapi saya mendapatkan banyak saudara dan teman baru di sini. Udara di kota tepian ini juga sesuai dengan suhu tubuh saya.

wisata di samarinda
Masjid Baitul Muttaqin atau lebih dikenal dengan Islamic Center menjadi salah satu ikon kota Samarinda (Sumber gambar : Disini)

Fyi, Samarinda termasuk daerah yang dilewati garis khatulistiwa yang memiliki iklim hutan hujan tropis. Tidak seperti di Jawa, sepanjang tahun hujan selalu turun di sini bahkan saat musim kemarau. Bedanya saat musim hujan di Jawa, di sini hujannya juga lebih intens.

Itulah beberapa kota yang pernah saya tinggali. Setiap kota memiliki kenangan tersendiri. Bagaimana dengan Anda? Ada cerita apa seputar kota yang pernah Ana tinggali. Share di kolom komentar yuk!

Only registered users can comment.

Monggo share komentar Anda disini, Teman!